Menurut pengelola komunitas astronomi amatir Langit Selatan Avivah Yamani,Gerhana planet Venus akan terjadi besok yaitu hari ahad 16 mei 2010,namun Sebagian wilayah Indonesia hanya bisa melihatnya sekali saja.
Diperkirakan sepanjang tahun 2010,Gerhana planet Venus akan terjadi tiga kali.
gerhana Venus merupakan tiga dari empat peristiwa gerhana yang akan terjadi tahun ini.Tapi kedua gerhana itu tak bisa disaksikan dari Indonesia
Gerhana Venus pada 11 September akan melewati Brazil bagian timur dan Afrika Selatan. Sedangkan gerhana yang sama pada 5 November bisa dilihat dari Afrika Selatan dan Australia bagian barat.
Sebuah gerhana lagi, yaitu planet Mars, akan terjadi pada 6 Desember nanti. Namun peristiwa gerhana Venus yang paling menarik, kata perempuan yang biasa dipanggil Vivie itu, akan terjadi pada 26 Desember 2057.Saat itu bersamaan dengan gerhana matahari sebagian yang dapat dilihat di Amerika Selatan, ujarnya.
Adapun keindahan senja dengan perpaduan Venus dan bulan saat gerhana Ahad besok, hanya bisa disaksikan dari Afrika bagian utara, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.
Penampakan Gerhana Venus
TEKA-TEKI EINSTEIN
Menurut Einstein, 98 % penduduk bumi tidak bisa menjawab teka teki ini, untuk menakar kemampuan IQ anda silahkan coba jawab TEKA TEKI EINSTEIN dibawah ini :
PERTANYAAN: Siapakah Yang memelihara IKAN?
PETUNJUK:
1. Orang Inggris tinggal di dalam rumah berwarna merah
2. Orang Swedia memelihara anjing
3. Orang Denmark senang minum the
4. Rumah berwarna putih terletak tepat disebelah kiri rumah berwarna coklat
5. Penghuni rumah berwarna putih senang minum kopi
6. Orang yang merokok PallMall memelihara burung
7. Penghuni rumah yang terletak ditengah-tengah senang minum susu
8. Penghuni rumah berwarna kuning merokok Dunhill
9. Orang Norwegia tinggal di rumah paling pertama
10. Orang yang merokok Marlboro tinggal di sebelah orang yang memelihara kucing
11. Orang yang memelihara kuda tinggal di sebelah orang yang merokok Dunhill
12. Orang yang merokok Winfield senang minum bir
13. Di sebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia
14. Orang Jerman merokok Rothmans
15. Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang yang minum air.
Albert Einstein menyusun teka-teki ini pada abad lalu.
Dia menyatakan, 98% penduduk dunia tidak mampu memecahkan teka-teki ini. Kalau Udah punya jawabannya send balik ke saya yah.......
Apakah anda termasuk yang 2%?
Selamat berjuang...
Meminta Maaf Dengan Sangat Serius
Kita tentu masih mengingat, siapa sosok Bilal bin Rabbah ra. Salah satu tokoh dalam sejarah Islam yang mengukirkan namanya dengan tinta emas, meski awal sejarah hidupnya adalah orang yang papah, tak dihargai, budak yang diperjualbeli dan mungkin tak dipandang sebelah mata. Lalu dengan Islam, nama Bilal bin Rabbah ra menjadi mulia, bahkan menjadi rujukan amal-amal shalih yang kita lakukan saat ini.
Kita juga ingat sosok Abu Dzar al Ghiffary ra, seorang manusia yang mencari kebenaran dengan seluruh hidupnya. Menebus kebenaran dengan nyawa. Membela kebenaran dengan seluruh keberanian jiwanya. Dua manusia mulia yang pernah dilahirkan oleh sejarah Islam, hasil dari tarbiyah Rasulullah saw.
Suatu ketika, keduanya pernah berselisih pendapat. Entah karena didorong rasa apa, Abu Dzar ra sampai mengucapkan kata-kata yang sangat menyinggung Bilal bin Rabbah ra. “Hai, anak orang hitam!” kata Abu Dzar ra pada Bilal bin Rabbah ra.
Sahabat Bilal sangat sedih, dan mengadukan hal ini pada Rasulullah saw, sang pemimpin yang adil dan penuh kasih sayang. Setelah mendengar pengaduan sahabatnya Bilal, Rasulullah memanggil dan mengajak Abu Dzar berbicara.
Singkat cerita, setelah obrolan bersama Rasulullah tersebut, Abu Dzar menyadari betul ada sifat dan perilaku jahiliyah yang masih tertinggal dan dilakukannya. Abu Dzar merasa, seharusnya tak terjadi hal yang demikian, apalagi pada sahabat sendiri yang telah dimuliakan oleh Islam dan memuliakan Islam.
Dengan sungguh-sungguh, kemudian Abu Dzar mencari Bilal bin Rabbah. Ketika menemui Bilal bin Rabbah, Abu Dzar duduk dengan penuh takzim di depannya. Kemudian Abu Dzar meminta maaf, ia tempelkan sebelah pipinya ke tanah dan berkata, ”Wahai Bilal, injaklah pipiku dengan kakimu.”
Subhanallah, ini adalah catatan sejarah tentang keseriusan permintaan maaf. Betapa banyak hari ini kita melakukan kesalahan, lalu sebesar apa perasaan bersalah itu muncul ke permukaan. Semendalam apa penyesalan kita atas kesalahan yang telah kita lakukan. Sekuat apa kita memperbaikinya, atau jika menyangkut orang lain, sedahsyat apa usaha permintaan maaf yang sudah kita lakukan?
Secara bahasa, kita sering mengganti perkataan ”maaf” dengan kata ”sorry” yang sering diucapkan dengan hambar dan nyaris tak berarti. Secara bahasa kita sering mengganti kata ”maaf” dengan mengucakan ”afwan” yang kita keluarkan dengan sangat ringan. Tapi kita lupa menitipkan kesungguhan di sana. Kita alpa meletakkan ruh pada kata maaf, sorry dan afwan. Karena, kita tidak benar-benar merasa bersalah atas sebuah perbuatan, pada seorang teman, pada banyak orang, pada orangtua, pada saudara, pada bawahan, pada pemimpin, pada rakyat yang dipimpin, pada jamaah, pada qiyadah, pada orang-orang yang tanpa sepengetahuan kita menganggap sangat besar kesalahan yang kita lakukan.
Lihat pertunjukan kolosal yang kita saksikan hari ini, tentang pelajaran menghindar dari kesalahan. Ada jumpa pers yang digelar untuk membela diri. Ada selebaran yang dibuat untuk klarifikasi. SMS bertebaran untuk menjelaskan ulang. Sumpah menyebut nama anak dan istri di depan seluruh rakyat Indonesia di dalam siaran televisi. Pidato politik yang sangat melankoli untuk mengubah kesalahan menjadi undangan gelombang simpati.
Tak ada yang mengakui kesalahan dengan gagah berani. Tapi sesungguhnya, ini sama sekali bukan tentang gagah atau berani, atau digabungkan sekaligus, gagah berani. Ini tentang masa depan yang lebih baik. Masa depan yang lebih baik antara dua orang yang berseteru dan berselisih paham. Masa depan yang lebih baik untuk banyak orang yang telah merasa dirugikan. Masa depan yang lebih baik untuk harapan tentan penegakan keadilan dan pembelaan kebenaran. Masa depan yang lebih baik untuk kemanusiaan!
Kata maaf, melibatkan dua komponen vital yang sangat besar. Pertama, tentang rasa bersalah dan niat memperbaiki keadaan. Kedua, ikhlas membuka pintu maaf dan juga memperbaiki keadaan.
Sesuai urutannya, tentu saja yang pertama menempati posisi yang sangat krusial. Ketika kita sudah menyadari kesalahan dan berniat memperbaiki keadaan, mari kita tanyakan pada diri sendiri. Seberapa serius kah permintaan maaf yang sudah kita lakukan? Saya mohon maaf jika tulisan ini memiliki banyak kesalahan. I’m deeply sorry. Ana asif jiddan. Semoga dibukakan pintu maaf yang paling lebar.
www.sabili.co.id
Awal mula buat blog..
Waduh..